Senin, 12 Juli 2010

Uniquely Singapura and Lovely Indonesia!


hmm saya rasa judul di atas adalah judul yang pernah saya baca, rasanya artikel di koran. tapi maaf saya lupa baca di koran apa dan kapan waktunya.

tapi yang jelas tadi saya mendengar percakapan seorang bapak dengan supir angkot, pembicaraanya tentang perbandingan jalan raya di Singapura yang lebih tertib, bersih dan teratur dengan jalan raya di Indonesia yang entah mau dibilang apa.. tapi intinya saya setuju dengan perkataan si bapak tersebut bahwa di Singapura lebih maju, rapi, tertib, rapi dan teratur dibanding dengan negara tercinta kita ini. 

Walaupun saya jelas belum melihat langsung, tapi saya sering mendengar seorang teman saya yang pernah kesana, dan bagaimana pengalamannya di tentang negeri tetangga itu. tapi saya pernah kesal juga, karena hampir tiap hari dia bercerita tentang Singapura. Tapi semakin dia bercerita tentang Singapura.. mungkin saya makin mau ke negeri tersebut, walaupun entah kapan dan bagaimana caranya. (siapa juga yang ga mau ke luar negeri ya??)

Tapi saya akui.. Singapura itu negara yang hebat, di negara itu jumlah penduduk bukan menjadi prioritas.. tapi kedisiplinan masing-masing orang mungkin sangat hebat, mereka taat aturan. saya pernah membaca di artikel tentang negeri tersebut dimana, orang tak boleh makan di statsiun kereta api, dan bila anda makan di tempat itu anda akan denda... namun sanksi yang menurut saya agak menggelikan adalah anda akan ditegur oleh peringatan melalui pengeras suara. peringatan ini diulang sampai tiga kali, tapi dengan 4 bahasa, masing-masing Ingris, China, Tamil dan Melayu. ternyata di tempat tersebut telah dipasang kamera, yang memantau setiap orang yang ada di statsiun.hihihi.. itu baru diteriakin ama speaker??

Bagaimana dengan Indonesia?? hmmm "Peraturan untuk dilanggar" kayaknya sudah melekat erat di otak kita semua... peraturan apapun rasanya udah siap untuk dilanggar baik oleh pihak apapun, dan kadang saya melihatnya tanpa rasa malu. seakan rasa malu itu telah habis, dan bukannya mengakui kesalahan. mungkin tadi salah satunya.. seorang ibu yang menggunakan sepeda motornya dengan santai mengklakson saya di trotoar.. hmm tau trotoar?? trotoar itu dibuat untuk pejalan kaki.. tapi dengan santainya banyak pengguna motor yang menggunakan untuk mutar balik arah. klo ditanya? kenapa lewat trotoar.. palingan bilang jauh muternya.. hehe

Tapi ini masalah kita? sebenarnya tak akan selesai juga kalau hanya membandingkan dengan yang telah baik. Menurut saya Singapura juga mempunyai Usaha yang berat untuk membuat negaranya maju seperti ini. menjadi negara kecil yang Unik.. tapi bagaimana dengan Indonesia?? Negara yang sudah bisa dibilang unik dan kita cintai ... 

Mungkin kita bisa berusaha seperti Aa Gym bilang "mulailah dari yang kecil", untuk tidak melanggar yang kecil.. buanglah sampah pada tempatnya, antri saat membeli tiket atau apapun, berdisiplin di jalan raya, apa lagi ya?? yang kecil itu banyak ternyata. hehe

Hmmm .. tapi itu dilihat dari sisi yang ini?? bagaimana dengan sisi yang lain ya? ada yang punya kacamata lain?? pasti banyak yang mempunyai kacamata lain yang lebih baik dari saya. tapi saya kira Indonesia memiliki banyak kebanggaan. karena itu saya mencintai negara ini. 

Tapi dengan tulisan ini saya berharap? kita semua bisa intropeksi diri. dan banyak belajar dari usaha-usaha negara lain yang lebih maju..: yang mungkin saja kita juga bisa dibilang jadi negara maju. Bukan hanya negara berkembang terus.. hingga akhirnya diplesetkan dengan negara berkembang biak.. 

ya.. saya harap ini buat renungan kita. renungan bersama.. kita pasti bisa,,, asal kita yakin,

***