Selasa, 11 Januari 2011

after orchard

Judul Buku
After Orchard
Penulis
Margareta Astaman
Penerbit
Kompas
 "buku After Orchard ini penting sekali untuk mereka yang punya rencana bersekolah di singapura. Kisah-kisah nyata yang ditulis Margie sarat dengan inspirasi yang bisa kita kaitkan dengan kehidupan sehari-hari sebagai orang Indonesia"
-Yoris Sebastian, 
Pengarang buku Oh My Goodness: 
Buku Pintar seorang Creative Junkies-


pernahkan kalian beraduargumen eh bisa di bilang debat kusir dengan sesorang tentang negeri singapura? haha. kalau belum pernah silahkan coba. saya pernah beradu argumen  alias debat kusir dengan seorang teman yang sudah beberapa kali kesana.  ya mungkin karena saya pusing juga (dibaca : iri) mendengar ocehan "kalau di singapura.." setiap kali dia membandingkan dengan Indonesia. karena saya belom pernah kesana haha. ngomong-ngomong kita sudah lama juga ga debat kusir lagi ya cho? haha


setelah membaca buku ini, saya jadi ingat teman saya yang satu ini. mungkin serasa mendengar dia membandingkan negeri tetangga ini, bahkan bisa dibilang rasanya saya makin iri karena penulis buku ini bahkan bukan saja menceritakan bagaimana enaknya di Singapura, tetapi juga betapa menyebalkannya tinggal di negeri orang. yap Margie kuliah di NTU selama 4 tahun dan bahkan dia malah masuk di jajaran TOP 5% di tempat itu. tambah makin ngiri saya, X)

buku ini terdiri dari 4 bab, yang setiap bab nya berisi cerita tentang Singapura. namun bagian yang paling saya suka adalah cerita yang berjudul Membasmi Kutu Sesuai Prosedur,  pada bagian ini Margie bercerita tentang temannya yang bernama Oknum R harus berurusan dengan pihak asrama kampus, karena springbednya harus di steam karena kutuan. so karena pihak birokrasi kampus yang perlu bukti kongkret, maka disinilah yang jadi ribet harus membuktikan kutu yang mikroorganisme.bahkan diceritakan disini oknum R rela harus membayar berapapun untuk mengsteam springbednya. coba kalau di indonesia, birokrasi dikampus.. cuma harus ada uang rokok. haha. X)

setelah baca buku ini, gw cuma berpikir yap kita adalah negeri yang harus banyak belajar. Singapura yang belakangan merdeka dari kita, sudah semaju itu dengan gaya peraturan di negaranya. terlalu seperti singapura juga, ketika peraturan tak bisa dilanggar bahkan dalam kondisi yang sangat membutuhkan rasa kemanusiaan, juga mungkin tak cocok buat negara kita. tapi bila negara kita yang tercinta ini juga terus menerus mengacak-ngacak peraturan seperti ini, tidak mau menuruti perarturan bahkan mencari celah untuk melanggar peraturan. mungkin negara maju tak akan pernah disandang oleh kita, yap kita akan terus menyandang negara berkembang.

mungkin gw harus ikuti saran cho, nabung ndi buat ke Singapura cuma 1 jam aja dari Indonesia. haha

Gue hanya ingin melukiskan kehidupan Singapura di mata gue. Singapura memang bukan sekadar Orchard yang indah, yang gemerlap, yang penuh dengan pesona. Apa yang harus dihadapi setiap hari sebagai rutinitas, siapa yang tinggal secara permanen di dalamnya, itulah arti Singapura sesungguhnya bagi orang yang tinggal di dalamnya. Segala jalan hidup yang harus dilalui, setelah melewati Orchard Road.
-paragraf terakhir A Story After Orchard-

________________________________________________________________________________

catatan kecil: 
1. semoga si cho di depan komputernya ga masang muka bete.buat cho Peace. hehe
2. kapan ya gw bisa keluar dari pulau jawa? hahahahha
3. baca juga Uniquely Singapura and Lovely Indonesia! salah satu tulisan saya tentang singapura juga. :)
4. ngomong-ngomong ini tanggal yang cantik ya 11111. :)