Selasa, 05 Juni 2012

RUMAH DI SERIBU OMBAK


Tahukah kau mengapa tuhan menciptakan langit dan laut?

Semata agar kita tahu, dalam perbedaan ada batas yang membuat mereka tampak indah dipandang.
Itulah yang tertulis dibelakang kaver ini, buku yang saya pinjam dari teman saya Bang Windo, sebuah buku tentang persahabatan, perbedaan, sebuah rahasia, membunuh rasa takut dan juga mengapai mimpi. sebuah cerita dari Bali yang diceritakan Erwin Arnada yang merupakan Mantan Pemimpin Redaksi dari majalah Playboy Indonesia. Buku ini adalah salah satu buku yang diselesaikan Erwin Arnada di Balik Jeruji besi ketika tersandung masalah majalah tersebut.






Sebenernya dari awal 2012 saya sudah ada keinginan untuk membeli novel ini, (Kaver bukunnya membuat saya melirik terus)  tapi karena teman saya telah membeli jadi saya memutuskan untuk meminjamnya dulu sebelum membeli, tapi sampai pertengahan tahun 2012 ternyata dia belum selesai membaca akhirnya saya rebutlah buku ini dari rak bukunya. hihi

Buku ini bercerita tentang dua sahabat yang berbeda, yang satu sangat suka pantai namun yang satunya lagi sangat takut air. yang satunya beragama Hindu dan yang satunya lagi dari keluarga Muslim. mengambil latar darerah di Singaraja, Bali. Menurut saya ini adalah salah satu novel tahun ini dengan cerita yang sangat baik, sebuah cerita yang menggugah tentang bagaimana kita menyikapi perbedaan.

Sampul Buku Rumah di Seribu Ombak

Dua Sahabat yang Dipertemukan oleh Pantai


Samihi adalah seoarang anak yang takut dengan air, akibat larangan almarhum ibunya yang tak ingin dia meninggal tenggelam seperti kakaknya. Samihi dipertemukan dengan I wayan Manik (Yanik), di pinggir pantai Lovina saat gerombolan anak nakal ingin merebut sepeda Samihi. Sejak saat itulah persahabatan dua anak itulah mengalir, cerita tentang bagaimana perbedaan dapat berujung tolong menolong dan saling mengasihi satu sama lain.
"Ingat Nak, banyak temanmu yang beragama beda. Kau harus menghormati apa yang mereka percayai. Jangan sekali-sekali mengolok apa yang mereka lakukan dalam beribadah."
Yanik, buat Samihi bukanlah cuma teman tapi juga kakak bagi samihi, bukan saja kakak yang melindungi dari Gerombolan anak nakal, kakak yang mengajarkan banyak hal bahkan mendengarkan banyak hal. Seorang Teman yang membantu Samihi menjuarai Lomba Membaca AL-Quran padahal Yanik tak mengerti sama sekali tentang isi dan kandungan Al-Quran dan membantu Samihi mengatasi rasa takutnya terhadap air. Namun ternyata Yanik banyak menyimpan rahasia kelam di hidupnya, rahasia yang membuat Samihi harus mengerti betapa sulitnya menyimpan rahasia, apalagi rahasia itu mengancam sahabatnya sendiri. 

Setetes Hikmah dari Seribu Ombak

Dari buku ini saya diperlihatkan bagaimana situasi Orang-orang bali menghadapi Kasus Bom Bali, bagaimana efek pesimistis yang dibuat oleh tragedi bom tersebut namun kita juga diperlihatkan bagaimana mereka bangkit lagi dan membangun kepercayaan satu sama lain.

Diawal buku, mungkin teman-teman semua bakal berpikiran ini adalah novel romantis, karena paduan katanya yang sangat puitis, sangat manis dan beralur pelan. tapi ternyata di bagian tengah saya banyak menemukan cerita kelam dari Bali. 
“Suatu saat aku pasti melihat kau mengalahkan laut. Berselancar, snorkeling, seperti anak-anak Singaraja lain. Samihi jangan pernah takut lagi, karena Tuhan akan menjaga dan melindungi orang-orang yang selalu berdoa.”
Erwin Arnada menceritakan sebuah kisah sarat akan pembelajaran memahami perbedaan, Yanik yang membantu Samihi dalam perlombaan Membaca Al-Quran, Samihi yang rela mengorbankan janjinya untuk menjaga rahasia karena ingin menolong Yanik. Tentang orang-orang kampung Kaliunduh yang menjaga keharmonisan kehidupan beragama antara Hindu dan Islam,  tentang samihi yang belajar mengatasi rasa takutnya dan menjadikan rasa takutnya menjadi kekuatan yang membantunya mengapai mimpi semua kisah itu dipersatukan oleh Erwin Arnada dalam Rumah diseribu Ombak.

“Rasa takut adalah belukar yang siap membelit siapa saja yang membiarkan dirinya dicekam perasaan itu.”

Dari Buku Menjadi Film

Poster Film
dan sepertinya Rumah diseribu ombak sudah diproduksi menjadi sebuah film yang akan ditayangkan pada bulan Agustus 2012, dan yang menjadi Directornya adalah penulisnya sendiri Erwin Arnada, maka dari itu buat teman-teman semua yang belum baca bukunya mungkin bisa membaca bukunya sebelum menonton filmnya. 

di Film ini Samihi kecil akan diperankan oleh  Risjad Aden dan I Wayan Manik kecil oleh Dedey Rusma, selain itu film ini akan diisi oleh Andiana Suri (Syamimi dewasa), Riman Jayadi (Yanik dewasa), Jerinx SID (Ngurah Panji) dan juga Lukman Sardi 

untuk bisa mendapatkan info selengkapnya bisa di fans page Rumah Di Seribu Ombak atau follow @1000Ombak


Aku melihat lagi langit di atas Laut Lovina. Kenangan bersamamu menyerbu masuk ke ingatanku. Laut dan mimpi-mimpi kita. Apa kabar hidupmu? 
Kita memang berbeda. Aku tahu. Sama tahunya seperti dirimu. Warna yang mengalir di nadimu tak sewarna dengan yang mengalir di nadiku. Namun, bukankah kita tak pernah bisa memilih dengan warna apa kita lahir? Kita lahir, lalu menemukan tawa bersama. Menyatukan cerita bersama. Menjumputi mimpi bersama.
Mengapa kini kau lari menjauh?
Lalu, apa kabarmu? Mengangakah masih lukamu yang dulu? Atau, kini sudah terpilihkan bagimu akhir yang bahagia? Maafkan aku. Maafkan karena tak bisa selalu menjadi laut yang tetap menyimpan rahasiamu.
________________________________________________________
catatan kecil :
  1. Ga sabar nunggu filmnya, yang jadi Samihi Kecil lihat fotonya lucu. :p 
  2. Sebenernya lihat dulu Poster Filmnya baru lihat Bukunya di Toko Buku. hehe
  3. Penasaran bagaimana seorang penulis Novel Menjadi Sutradara di Film yang berdasarkan novelnya sendiri. :D