Selasa, 11 Juni 2013

Koleksi Tiket Bioskop, Buat Apa?

Dari berbagai koleksi yang saya suka kumpulin, ada koleksi yang saya kumpulkan dari hobi menonton, hmmm bukan ngumpulin DVD ataupun VCD, bukan pula hanya hobi mereview film, tapi saya juga mengumpulkan tiket bioskop. ihh buat apa? saya juga ga tau mengapa saya niat mengumpulkan tiket bioskop, tapi kalau melihat satu-satu persatu tiket bioskop tersebut saya seperti mengingat moment-moment saya menonton film tersebut. #eaaaa




DIMULAI DARI KAPAN?


Hobi menonton saya, sudah dimulai dari kecil. Saya kalau udah di depan TV pasti anteng, apalagi kalau hari minggu, Kartun marathon dari pagi sampai siang ataupun nebeng nonton di rumah teman untuk nonton Pokemon Movie karena di rumah tidak punya VCD player. Kebiasaan ini tetap dilanjutkan sampai saya pindah ke Cianjur, waktu SMP saya dan para sepupu saya seringkali menyewa VCD di rentalan film, dulu kami setiap minggu selalu menyewa 3 film dimana susunannya selalu film, kartun, film horor dan film india. (kalau mau ketawa silahkan) :p

Sewaktu SMA kerap kali saya membeli VCD/DVD bajakan untuk ditonton bersama, walau sebenernya ga pernah puas nonton dvd bajakan gambarnya jelek, kualitasnya jelek dan seringnya ga awet dan malah ga ditonton sama sekali. Di tempat langganan saya membeli VCD biasanya dia menjual beberapa VCD asli, harganya bisa 5-6 kali lipat dari harga VCD bajakan, karena saya penasaran dengan kualitasnya dan ingin mengkoleksi VCD asli akhirnya saya sering nabung buat beli VCD asli namun malah seringnya dipinjem teman dan ga pernah kembali T^T


Saya mengenal bioskop di bangku kuliah, dan pertamakali saya menonton di bioskop pada bulan oktober 2007, film yang saya tonton pertama kali adalah Lawang Sewu di platinum screen dengan harga 15 Ribu Rupiah, nah sejak itu saya suka menonton di bioskop (walau seringnya sih 2 tahun belakangan ini) dan mengumpulkan tiketnya.

MARI BONGKAR KOLEKSI SAYA


sampai sekarang saya telah mengumpulkan Kurang lebih 90-an tiket bioskop, dengan kurang lebih ada 53 judul film.. Eh kenapa tiketnya ada 90, tapi filmnya 55, kebanyakan tiket adalah nonton tiket bareng  temen yang saya jadikan hak milik. hihi

ketika saya tela'ah dari 55 Judul Film yang saya tonton, 65% (36 Judul) adalah film asing dan 35% (18 Judul) film indonesia. Hmmm jadi rada bersalah kalau nonton film indonesia itu kadang pemilih banget. >.<


Dari semua tiket itu, bioskop yang paling jauh dari rumah adalah Bioskop di Braga 21- Bandung, waktu itu saya Nonton Harry Potter (kalau ga salah tahun 2008/2009) bersama teman dekat saya di Bandung, dan tiket yang paling panjang (belum dilepas) itu tiketnya Wrath of the titans dan Bukan Cinta Biasa. yang terdiri dari 6 tiket tanpa terpotong :))


Eh tapi ada ga enaknya kalau nonton di bioskop yaitu, seringkali saya ragu kalau nonton sendirian ya, gimana ya nonton sendirian itu rasanya hopeless banget, hihi. tapi dari sekian judul itu saya inget tiga judul film yang saya tonton sendirian yaitu Taken, Life of Pi dan Star Trek into Darkness

Sebenernya buat Movie-holic, mengumpulkan tiket bioskop itu sudah biasa, beberapa teman saya yang movie-holic emang hobinya ngumpulin tiket bioskop, koleksi saya sih dibilang masih sangat sedikit. ketika saya searching ternyata ada yang masuk MURI yang mengumpulkan 1000 tiket bioskop dari tahun 1999, wah ini baru hebat. beritanya ada di sini 



menonton langsung di bioskop walau harganya lebih mahal tapi mempunyai kepuasan tersendiri buat saya, walau saya dapat film dengan DVD bajakan yang lebih murah atau menunggu untuk nonton downlodan film secara gratis, menonton di bioskop merupakan salah satu kontribusi nyata dengan menghargai pembuat film dengan menonton film secara legal apalagi khususnya buat film indonesia yang masih perlu banyak kontribusi dari para penontonnya. (apalagi untuk film yang layak tonton)

nah ketika saya melihat dan merapihkan semua tiket tersebut, saya jadi mengenang satu-satu tiket -tersebut, saya menonton dimana, dengan siapa dan sensasi sewaktu menonton film tersebut adalah yang paling sering saya ingat, jadi mungkin buat tiket-tiket ini adalah prasasti kenangan buat moment-moment yang telah berlalu. #eaaa

sebenernya koleksi saya, bukan hanya koleksi tiket bioskop saya juga seringkali menyimpan tiket perjalanan dan tiket tempat pariwisata tapi belum banyak sih. nah  ini koleksi saya? apa koleksimu?