Sabtu, 15 November 2014

Lovember, Bersemi kembali?

Hai Halo, Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan selalu diberikan kelancarannya, have a nice weekend dan terimakasih sudah membaca tulisan saya di minggu yang semoga cerah ini. Amin. Dulu saya pernah memakai tema Lovember pada November 2012, yap 2 tahun lalu, mengapa saya memakai tema itu pada bulan November karena .... *tulisan tak terbaca* ~ hihihi







Bulan November adalah salah satu bulan yang memiliki banyak tanggal bersejarah dalam hidup saya, saya berulang tahun pada bulan ini, saya dapat pemberitahuan tempat kerja yang sekarang bulan ini tepatnya pada tanggal 18, selain itu pada bulan ini juga saya pernah dua kali kehilangan hape pada November 2002 (Sony Ericsson T105) dan juga pada November 2014 (my Xperia mini) dan dulu saya juga sempat jadian sama seseorang di bulan ini pula, *alah* Jadi saya rasa di bulan November akan menjadi bulan yang selalu saya beri *love* didepannya karena dengan itu saya bisa mempelajari sejarah hidup saya dengan baik. *alah* 




Mengapa saya menuliskan lagi Lovember pada bulan ini? saya menuliskan lagi karena hasil diskusi dengan teman-teman saya di grup Whatsapp di BE (Blogger Energy) Rush. grup whatsapp yang tercipta karena mau Buka Puasa Bareng di Depok pada bulan Agustus lalu dan juga sebagai wadah konsolidasi ketika acara Jakcomfest untuk teman-teman Blogger Energy di Jabodetabek, kalau ingin gabung bisa kontak Bocil, *malah promo* ya suatu hari di hari yang penuh dengan kebimbangan saudara ichsan mengajak kita semua anggota yang terkumpul dalam grup WA tersebut untuk membuat postingan serempak, karena faktanya anak-anak BE yang ada di grup itu adalah para anggota yang sedang menikmati masa hibernasi, walaupun ada yang masih posting mungkin hanya beberapa orang saja, giliran saya posting saya jarang ikutan promo di grup BE lagi, *hah kenapa?* 

Menulis tanpa meminta komentar 
Jujurnya saya masih rada trauma karena postingan Liadan beberapa Rangers tempo dulu, sejak saat itu memutuskan untuk tidak mengikutsertakan tulisan saya untuk dipromokan di grup BE dulu. Sebagai bentuk protes dan sikap kepada Rangers atas masalah tersebut dan sebagai bentuk penolakan atas diskriminasi teman-teman yang sedang tak bisa menulis karena alasan masing-masing. Walau tidak ada pembenaran dalam protes ini dan seharusnya juga sudah selesai karena sudah konfirmasi dengan Ranger Biru, Saya rasa dengan bentuk diam dan mogok promo mungkin para Rangers sadar kenapa tiba-tiba gyers menghilang dan mundur perlahan. Bahkan saya sempat bilang dengan Opa Gandi, Mei dan Wilanda untuk mundur dari keanggotaan BE ketika kisruh itu masih panas-panasnya,, tapi saya ditahan oleh opa Gandi dan Mei diminta untuk menahan diri untuk tidak keluar dari BE pada masa itu. ya akhirnya saya menahan diri untuk tidak keluar sampai sekarang hanya diam dan tak promo apa-apa di BE.

Sebenarnya bulan lalu saya berniat untuk membuat postingan untuk mengundurkan dari keanggotaan BE, dengan judul Surat Kecil untuk Rangers, tapi saya tahan lagi karena pada waktu itu saya terjebak oleh acara Jakcomfest yang riweuh itu, walaupun hasil akhirnya juga menurut saya kurang memuaskan. apakah saya harus mundur dari BE? 

Membaca kembali tulisan yang saya buat. 
Mengapa saya jadi ingin memutuskan mundur, selain karena kasus diatas saya pun kembali merenung dan membaca tulisan-tulisan lama saya di blog, ada satu tulisan saya yang membuat saya untuk berhenti memposting tulisan saya di BE, yaitu tulisan  Komentar & Kritik itu Sebuah Kado. Ini adalah salah satu tulisan yang saya ingat bagaimana saya menulisnya sebagai salah satu bentuk protes kepada para Blogger yang begitu mengejar komentar, tanpa memperhatikan tulisan dia kembali. dan juga kritik terhadap salah atu blogger yang hanya ingin dikomentarin tapi ketika dikomentari dia tak memberikan ruang untuk pembacanya untuk berinteraksi dan berdiskusi mengenai masalah yang ia bahas. 

Tulisan ini ternyata membawa saya menjadi salah satu blogger yang mendapatkan penghargaan dari BE pada edisi ke 8 pada bulan Maret 2013 dan karena tulisan ini pula lah saya mendapatkan penghargaan tertinggi dari komunitas ini yaitu Blogger of The Year 2013. Sebenarnya saya sampai sekarang masih tidak percaya mengapa saya mendapat penghargaan Blogger of the Year, saya ingat saya bertanya ke Oges (Ranger Hijau) benar saya yang menang? dan dijelaskan pula oleh Oges bagaimana saya menang dan berapa yang vote saya. Saya senang karena berbagai penghargaan tersebut, tapi karena ini pula lah saya tersadar akan tujuan saya menulis untuk apa? hanya mengejar kepuasan karena jumlah komentar dan mengeluh karena postingan saya tak dikomentarin. Mungkin inilah masa-masa intropeksi saya dan harus kembali banyak belajar untuk memahami makna menulis untuk saya itu disebelah mana. 

Saya ada dan saya memperhatikan. 
Masa-masa saya hibernasi sejak kasus diatas dimana saya tidak menulis dan tidak promo tapi saya tetap memperhatikan BE. kadang membaca blog-blog teman-teman yang promo di BE walau saya hanya jadi silent reader tanpa memberikan komentar apa-apa. saya asadar kuantitas temen-teman yang promo semakin menurun hari demi hari (walau sekarang sepertinya sudah mulai meningkat), bahkan beberapa kali saya melihat hanya satu dua orang yang promo, apalagi ternyata Award bulanan BE ternyata diberhentikan dari bulan Mei 2014, jadi sedih pas tau hal itu terjadi di salah satu komunitas yang banyak memberi arti buat saya.



Bersemi Kembali?
yap seperti November, BE juga banyak memberikan arti buat hidup saya, Tapi juga saya bertanya kepada diri saya untuk apa saya menulis, apakah saya menjadi blogger yang mengejar komentar? padahal ketiak traffic blog saya meningkat saya bersyukur, apalagi pas tau tulisan saya banyak diGoogling oleh  banyak orang. Bahagia itu sederhana buat saya tapi banyak pertanyaan juga membuat saya galau membuat saya tak nyaman untuk menulis.

kemarin, saya juga melihat kembali ada salah satu treat yang mulai panas lagi di BE, tapi alhamdulilllahnya teman-teman semua sudah bisa meredam semua emosinya, dan tidak jadi meluas kemana-mana. saya jadi ingat salah satu perkataan nenek saya, Saat makan, sendok dan garpu seringkali beradu. itu peribahasa nenek saya, saat kita melakukan kegiatan bersama seringkali terlibat konflik. padahal sama-sama saat makan, sendok dan garpu aja masih beradu apalagi manusia yang mempunyai jalan berpikir dan menentukan baik dan buruk berdasarkan kacamata masing-masing. tapi yang selalu nenek saya katakan, bahwa walaupun sedang beradu haruslah tetap inget tujuan awal kita apa supaya kita tau kapan harus menahan diri.

Tapi kalo mengibaratkan BE yang sedang usia 2 tahun lebih ini, jadi inget salah satu perkataan dekat teman saya. Pacaran 2 tahun itu masa-mas riskannya, bagaimana enggak pada masa itu pacar dan kita sudah saling tau sifat jelek kita, sudah bisa memaklumi apa yang kurang baik dalam diri pacar kita dan juga bisa menimbulkan efek bosan, karena semua terasa menjadi rutinitas semata. kalau di tranformasikan BE sebagai pacar apakah BE dan saya sedang masa-masa seperti itu? Tapi kata teman saya lagi bila sudah lewat masa itu, kamu bakalan awet dengan pacar kamu dan bila yang Mahakuasa mengizinkan mungkin saja bisa sampai pada jenjang yang lebih baik lagi.

Saya tetap merasa BE adalah komunitas blogger yang paling baik yang pernah saya temui, bagaimana enggak disini dikoordinir ama 4 Rangers yang satu sama lain ga berusaha menonjol alias ngartis untuk jadi leader. yah saya jadi kangen masa-masa dimana dulu anak-anaknya masih rusuh semua, saya jadi ingat dulu saya pernah jadi admin WA karena kopdar pertama BE di Depok, grup itu rusuhnya lebih parah dari grup yang sekarang, ada kali sehari 1000-an pesan, Akhirnya grup itu saya bubarkan karena ada beberapa orang yang ga suka teman-teman yang lain terlalu aktif di situ. tapi biarkanlah namanya juga proses belajar, saya menerima dan lebih baik membubarkan saja. :p

Dengan kondisi BE seperti ini, saya jadi inget dengan teori pareto, teori 20-80. (mungkin teman-teman bisa googling dan mengkoreksi bila saya salah). Teori dimana menyatakan bahwa bila bahwa sekitar dari 80% efeknya disebabkan oleh 20% penyebabnya, jadi begini bila ada restaurant cepat saji, biasanya 80% income dari restaurant cepat saji itu dari 20% menu yang paling sering dibeli orang lain. Jadi kalau saya aplikasikan teori ini di BE mungkin kalau mau efeknya maksimal 80% kita semua Gyers dan Rangers harus bisa mengakomodir 20% dari Gyerz yang aktif untuk menciptakan suatu gerakan besar untuk perubahan yang lebih baik lagi untuk BE. 

Dengan adanya postingan bareng atas ajakan Ichsan dan teman-teman di BE Rush ini, saya semakin merenung di bulan November ini. Seperti musim kemarau yang telah lewat, dan hujan yang kembali datang. Tetiba itu pulalah semangat saya untuk menulis kembali semakin besar, dalam kurun waktu dari awal bulan November saya telah membuat beberapa tulisan. apakah saya akan bersemi kembali lagi di BE? saya harap sih iya, tapi bila mana saya harus mengundurkan diri, saya berusaha tetap belajar menulis lagi supaya tulisan saya semakin baik dan baik lagi.

Terimakasih sudah membaca
@ndibudi 

------------------------------------------------------------------------
catatan kecil
  1. maaf bila tulisan ini jadi 100% curhat dan maaf pula kalau tulisan ini banyak salah-salah kata dan menyinggung perasaan beberapa pihak karena merupakan renungan dari waktu ke waktu. selagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. 
------------------------------------------------------------------------