Minggu, 14 Desember 2014

Kenangan Minggu Pagi

Hai, Hello, Apa kabar? Bagaimana harinya? Apakah baik-baik saja? Semoga harinya selalu baik dan buat teman-teman yang merasa harinya buruk semoga kembali dicerahkan lagi harinya. bukankah sehabis badai selalu terbit pelangi, semoga berakhir dengan indah. Ngomong-ngomong tentang berakhir dengan indah, Saya mau mereview sebuah film yang katanya film terakhirnya, tapi eits tunggu dulu ... coba tebak film apa? ini berkaitan dengan Masa Kecil, Anak 90an dan sebuah pepatah kecil "Tak ada Abadi Selain Doraemon di Minggu Pagi". Yuk kita bahas film terakhirnya Doraemon yang berjudul Stand by Me. Eh tapi buat  kamu yang belum  nonton film ini hati-hati takut (((Spoiler)))






Kisah Doraemon yang tetap sama
Apa jadinya bila cicit kita dari masa depan, datang dengan niat membantu dan merubah masa depan kita? yap pasti sudah ketebaklah kemana cerita ini mengalir. Cerita tentang bagaimana Doraemon berusaha membahagiakan Nobita dengan berbagai alat ajaib. Apa yang bisa membuat Nobita bahagia? setelah Doraemon melihat keseharian Nobita ternyata adalah membuat Nobita menikahi Shizuka

Perjuangan Doraemon untuk merubah Nobita, dan segala tingkah konyol Nobita saat menggunakan alat-alat Doraemon tetaplah ada di film ini, Namun ternyata merubah masa depan tidaklah mudah, tak sekedar menggunakan alat Doraemon, harus ada perjuangan Nobita untuk merubah dirinya sendiri, naik turunnya perjuangan Nobita untuk menarik perhatiannya Shizuka menjadi cerita utama dalam film ini. 

Disinilah Nobita berusaha untuk mengubah masa depannya, namun ternyata ketika perjuangan ini menuju arah yang akan berakhir manis. Ternyata Doraemon haruslah pulang ke masa depan? Bagaimana kisah Doraemon ini berakhir, mending nonton sendiri ya???



Membuka Kenangan Lama!
Buat saya menonton Stand by Me, seperti membuka puluhan komik Doraemon kembali. seperti membuka kenangan lama, yang begitu manis, cerita tentang Nobita yang malas, seenaknya, tak bisa diandalkan dan asal-asalan, tentang Giant dan Tsuneo yang selalu jail kepada Nobita, cerita tentang Shizuka yang selalu baik hati dan Doraemon yang selalu menjadi sahabat baik untuk semuanya, ternyata tak bisa lekang oleh waktu, Padahal nyatanya Doraemon pada tahun ini telah genap berusia 80 tahun.

Dalam perjalanan pulang ke rumah saya berpikir, pasti bakal banyak yang bicara tidak sesuai dengan ekspektasi? ya mereka yang memasang harusnya bagaimana Doraemon berakhir akan berkata, kok gitu? kok begini, yah cuma begini. Tapi buat saya yang membaca puluhan kali Doraemon, menonton belasan kali mungkin akan berteriak, inilah cerita asli Doraemon, cerita yang tak akan pernah selesai.

Buat teman-teman yang sudah membaca komik Doraemon sampai khatam, bahkan mungkin lebih freak dari saya pasti akan mengingat setiap chapter komik yang ada di film ini. buhkan 1, 2 atau 3 melainkan lebih dari itu, setiap adegan di film ini adalah seperti alunan medley yang membuat saya mengingat ini potongan dari komik yang mana, chapter yang mana dan akan berakhir bagaimana? dan Sutradara film ini  Ryuichi Yagi dan Takashi Yamazaki, menurut saya berhasil menyatukan setiap kekacauan yang dibuat Nobita, bahkan haru birunya persahabatan ini.

Buat teman-teman yang berekspektasi terlalu tinggi tentang perpisahannya Doraemon dan Nobita yang memakai ilmu-ilmu fisika modern pasti tak akan menemukan teori fisika yang seperti itu di film ini, ingatlah ini film yang kita tonton saat kita berusia 5 sampai 8 tahun, teori fisika seperti itu tak akan ada saat usia kita masih begitu belia. menonton film Doraemon ini adalah kembali bernostalgia dengan berbagai tingkah laku karakternya yang masih digambarkan dengan jenaka dan masih bisa membuat saya tertawa sekaligus juga menangis selama cerita itu berjalan.

Walaupun berhasll membuat saya tertawa dan menangis, film Doraemon ini tak berhasil menaklukan saya dalam segi kedalaman cerita, karena film ini adalah medley dari cerita-cerita terdahulu yang lebih kuat dan tentunya setiap film atau komik dahulu masih menpunyai makna yang lebih dalam buat saya, Seperti ketika bagian Shizuka dan Ayahnya pada malam sebelum pernikahan, pada komik dan film yang dulu membuat saya begitu terharu, (pada film ini membuat saya terharu juga), namun karena ada beberapa bagian akhir yang menurut saya menguatkan deskripsi Ayahnya Shizuka tentang karakter Nobita, tidak dimasukan di film ini. Membuat saya mengerutu kenapa bagian itu tidak dimasukan. (untuk yang penasaran mungkin bisa cari di youtube)

Buat teman-teman yang berekspektasi tinggi dan kecewa, mungkin harus membaca kembali puluhan komik Doraemon sambil bernostalgia dengan semua kenangan masa kecil, karena pada akhir film saya mengucap dalam hati saya, terimakasih Doraemon, kau telah menemani masa kecil saya, remaja saya dan bahkan sampai sekarang saya masih menunggu filmnya. Doraemon always stand by me.

Jadi buat mereka yang berharap film Doraemon akan tamat, saya kira tidak akan bisa karena Doraemon sendiri tak akan bisa tamat, buat saya cerita Doraemon sudah melegenda di hati saya dan mungkin di hati para pecinta Doraemon lainnya, karena dari awal saya menonton film ini, saya masih percaya satu hal, tak akan ada yang berani menamatkan cerita Doraemon. karena itulah menyenangkannya dari komik Doraemon, Tak akan membuat berhenti tuk membuat anak-anak berimajinasi.

Terimakasih Doraemon!
Terimakasih buat teman-teman yang sudah membaca. ^^