Minggu, 03 Mei 2015

Filosofi Kopi : Bukan Kopi Biasa

-------------------------------------------
Walau Tak Ada Yang Sempurna,
Hidup Ini Indah Begini Adanya.
-------------------------------------------

Hai, Halo, Apa kabar semuanya? Sudah lama saya tak bercerita disini. Selalu ada kerinduan menguntai kata, berbagi pengalaman bersama kalian *alah lebay*. Ahaha. Tapi, beneran loh belakangan ini rasanya stuk kalau di depan blog sendiri. entah kenapa? Mungkin ada yang bisa bantu jawab? Hmmm intinya sih sekarang saya mau cerita tentang sebuah film yang saya baru saja saksikan di salah satu layar perfilman, salah satu film Indonesia yang patut di acungi jempol "Filosofi Kopi".




Kayaknya sudah rada telat bahas tentang Filosofi Kopi, karena filmnya sudah tayang agak lama dan sekarang apa sudah turun layar? Namun saya jatuh cinta dengan film karya Angga Dwimas Sasongko yang diadaptasi dari cerita pendek dengan judul yang sama karya Dewi Lestari.

Buat saya film ini pantas di apresiasi, mengapa? Karena tidak seperti kebanyakan film Indonesia lainnya yang mengutamakan skandal dan mengeksploitasi artisnya secara berlebihan untuk memicu kenaikan jumlah penonton. Film ini malah mempunyai cara yang unik dan jarang digunakan (khususnya untuk film Indonesia) untuk mengaet perhatian dari para penikmat film Indonesia. Cara apa sih ndi? Yang digunakan tim Filosofi Kopi untuk menggaet para penontonnya.

Menarik Perhatian dengan #FilKopTrip bahkan sebelum filmnya di putar



Coba deh kamu ketik #Filkoptrip di twitter. Bakal banyak postingan tentang Filosofi Kopi waktu film ini belum masuk bioskop. Saya sudah melihat beberapa postingan dari beberapa rekan saya yang artis dunia maya, mereka sedang mengikuti Filkop trip langsung bersama artis pendukungnya (ngiri kan? Sama kok ngiri juga). Buat saya sendiri ini adalah cara yang jarang digunakan oleh para marketing film, mengajak para buzzer untuk ikut dalam perjalanan untuk mempromosikan filmnya (ya setidaknya mengenalkan filmnya kepada masyarakat dunia maya).


Membuat Konser untuk OST Film Filosofi Kopi



Pada tanggal 13 April kemarin, digelar sebuah konser Filosofi Kopi yang dimeriahkan oleh para artis dan band yang mendukung soundtrack dari film ini seperti Maliq & D’Essential, Bahkan katanya Dewi Lestari yang mengarang cerita ini juga ikut menyumbangkan suara di konser ini. Wihhh ... dan acaranya bisa dibilang gratis, karena hanya menukarkan tiket film Filosofi Kopi yang sudah ditonton dengan tiket konser ini. Jarang kan ada film Indonesia yang bikinin konser soundtracknya terus Cuma bayar pakai tiket bekas nonton pula?

Membuat Aplikasi yang bisa di download di Android dan IOS



Selain membuat gebrakan yang membuat perhatian dan konser, film ini juga membuat suatu aplikasi yang berhubungan langsung dengan filmnya, saat ini hal seperti ini masih #antimainstream khususnya untuk film Indonesia. Bahkan ternyata setelah saya telusuri lebih jauh lagi, aplikasi ini sudah bisa di unduh di googleplay dari tahun November 2014, berbulan-bulan sebelum filmnya tayang. Sudah persiapan sekali. O_o


Membuat kedai kopi beneran di Jakarta 



Film ini bercerita tentang dua sahabat yang bersama-sama mengurus kedai kopi yang sama seperti judul film ini. Kokoh Jody yang diperankan oleh Rio Dewanto dan seorang barista handal bernama Ben yang diperankan Chicho Jericho. Selain dengan cerita yang ciamik, tahukah kamu kedai kopinya beneran beroperasi di Jakarta, tepatnya dikawasan Blok M, Jakarta Selatan. Kemarin-kemarin ketika film ini di putar katanya kalau dapat free coffee dengan hanya menukarkan 1 tiket kopi disana. Selain Kedai Kopi yang beroperasi ternyata coffee trucknya juga jalan :O

Menukar 1 Tiket dengan 1 Benih Kopi



Ini juga pola marketing film yang jarang kita dengar, menukarkan 1 tiket film dengan 1 benih kopi untuk para petani kopi di Indonesia. 

Selain dengan cara-cara tersebut ternyata film ini juga bekerja sama dengan berbagai kedai kopi yang memberikan diskon kepada para penonton yang telah menonton film ini. 

Buat saya, film Filosofi Kopi ini ditampilkan dengan dua sisi yang menarik. Selain filmnya digarap serius, tim Filosofi Kopi juga bekerja keras untuk memanajemen penonton, menciptakan pola marketing yang tidak biasanya di pakai di film Indonesia. Bagian inilah yang membuat saya tertarik menonton filmnya, karena secara tidak langsung meng-edukasi masyarakat untuk lebih mengenal sisi ceritanya bukan sensasi belaka. Berdasarkan situs filmindonesia.or.id film ini sudah di tonton sebanyak 206.005 penonton di Indonesia yang memeringkati posisi kedua dalam box office Indonesia.

Nah buat kamu yang belum nonton, alangkah baiknya menonton film ini seharusnya masih ada di beberapa bioskop (walaupun sudah digempur avengers) ataupun kalau sudah ga ada tetep dukung film Indonesia dengan tidak menggunakan cara-cara ilegal. Yuk kita tonton film Indonesia! (berasa kaya anggota DPR)