Sabtu, 23 Januari 2016

Catatan Kecil : Awal 2016


Hai halo? Apakabar semua? Semoga kalian selalu diberikan kelancaran dan kemudahan setiap harinya. Ah bagaimana resolusi tahun kemarin? Dan bagaimana dengan resolusi tahun ini semoga ada yang baru di daftar resolusinya, saya sih ga punya daftar resolusi sekarang Cuma punya daftar rencana yang harus dikerjakan, semoga tahun ini punya waktu luang setidaknya buat mengerjakan berbagai rencana itu dan setidaknya berbagi cerita, ga kaya tahun kemarin yang kalau mengambil judul lagu Sherina yang berjudul Postingan pertama dan terakhir. Hehe


Beberapa hari yang lalu, saya mengambil cuti selama 6 hari ditambah 2 hari tambahan karena melewati weekend. eh kenapa ngambil cuti di awal tahun ndi? Cuti yang saya ambil itu cuti tahun 2015 yang tidak saya gunakan, bila tahun ini tak digunakan katanya bakalan hangus. Selain itu, awal tahun kemarin bertepatan dengan 40 hari meninggalnya Nenek, makanya saya pikir saya harus mengaambil cuti. 

Ngapain aja sih selama 8 hari ndi? 
Kalau mau tau ya tinggal SMS aja ketik REG(Spasi)AndiGanteng ke 6608, #eaa ngajak ribut yang ada. Sebenernya 6 hari ya datar-datar aja, cuma banyak hal kecil yang bikin spesial. #alah

Alasan terpenting 
Setelah sekian lama, akhirnya saya pulang kampung lebih dari tiga hari. Tapi bukan berarti saya tidak pernah pulang kampung, biasanya sih saya menginap semalam, seperti lagunya Semalam di Cianjur. *Alah*. 

Akhir November tahun lalu saya harus pulang seperti halnya bulan ini, mengapa saya harus pulang? Untuk mengobati rasa bersalah saya terhadap nenek saya yang meninggal di akhir November. Saya memang jarang pulang setelah saya ayah meninggal, bukan karena tak ada kerinduan tapi banyak hal yang tak bisa dijelaskan disini. Rasa bersalah terbesar saya ada dua, pertama saya tak bisa berbagi banyak waktu saya ketika nenek saya sakit dan yang kedua adalah saya tidak bisa seperti ayah saya yang semasa hidup beliau selalu memberikan waktunya untuk menengok beliau walau di sela-sela sibuknya beliau bekerja. Ya saya tidak bisa mengantikan beliau sebagai anaknya.. Huft. :’(  

Ternyata sepeninggalan ayah dan nenek, ada banyak urusan yang harus diselesaikan. Ya ini salah satu tahapan pembelajaran berharga buat saya. Mungkin ini juga tak bagus bila diceritakan disini, tapi mohon doannya supaya bisa diselesaikan dengan baik.

Menyambung Silahturahmi
Ketika saya pulang kampung, saya selalu berharap bertemu dengan orang-orang yang saya kenal. Setidaknya bertemu dengan sahabat-sahabat saya sewaktu sekolah dulu, namun sering kalinya tak bisa bertemu karena bentrok dengan jadwal saya pulang yang cuma sebentar biasanya ketka pulang kampung. Tapi kemarin karena saya pulang lebih lama, saya bisa bertemu salah satu sahabat terbaik saya selama SMA. Yeah, setelah hampir 6 tahun, akhirnya bisa saling mentertawakan keadaan masing-masing. 

Ada dua kabar baik yang saya dapat, salah satu sahabat saya akan segera melangsungkan pernikahan dan calonnya itu temannya teman saya di kantor, dan saya langsung merasa dunia sempit sekali. Mari kita doakan pernikahan mereka lancar sampai hari H. Amiiiin. Yang kedua, sudah menjadi ayah dari dua anaknya yang gemesin. Semoga yang ini anaknya ga kaya bapaknya sih. :p. Tapi jangan tanya bagian saya, saya yang dibully karena masih begini-begini aja. Ahaha.  

Bertemu mereka mengingatkan waktu telah berjalan dengan cepat, membuat saya tersenyum, walaupun kita jarang bertemu dan seringkalinya hanya nanya kabar saja, dan saya bersyukur bertemu mereka dengan banyak kabar baik dan mereka tetap menjadi orang baik apalagi dengan nasihat-nasihat di tahapan mereka. Mereka membuat saya tertawa, how old are you guys, sedangkan saya tetap merasa begini-begini saja. Ahaha. Semoga kalian selalu diberikan kelancaran dan kebahagiaan guys. Amiiin. :’)
------------------------------------------------------------------------
Tapi apa memang persahabatan bisa kendur oleh jarak?
Aku yakin inti persahabatan tentu tidak rusak. tapi jarak dan tempat tidak bisa berdusta, berpisah secara fisik bisa merenggankan keintiman persahabatan karena tidak lagi disiram oleh pertemuan, canda dan diskusi.
- Ranah 3 Warna
------------------------------------------------------------------------

Sepertinya liburan saya tidak menyenangkan ya? Ahaha 
Entahlah kenapa tiba-tiba saya ingin memposting cerita ini. Mungkin saya sedang terjebak nostalgia  “cerita liburan sekolah, menjenguk nenek di kampung” tapi ini berbeda versi ketika saya kecil, yang isinya bagaimana menghabiskan waktu selama perjalanan tapi, Bagaimana waktu itu berlalu dengan cepat? Yang kita anggap masih hidup ternyata telah tiada? Dan bagaimana saya melihat teman-teman saya akan segera menikah sementara yang lainnya telah mempunyai kerluarga kecil yang bahagia? Semoga kebahagiaan selalu diberikan kepada kita. Lalu saya juga berpikir mengenai titik sekarang saya berada. Titik dimana saya sudah bekerja, dan masih merasa sukarnya belajar membagi waktu dan setiap recehan yang kita punya untuk tabungan, menjalani hidup dan untuk orang-orang yang terdekat.

Ya waktu tetap bergerak, begitu pula dengan orang-orang ada yang datang dan pergi. Saya masih bersyukur bisa mendapat kabar baik dari 1-2 sahabat saya secara langsung bukan hanya via sosial media ataupun hasil kepo. Bagaimana dengan yang lain? Saya doakan semoga kita bisa disegerakan bertemu dan semoga kalian baik-baik saja itu lah yang terpenting. :’) 

Pada usia seperti ini, banyak hal yang yang terpikirkan dan meminta dijawab dengan cepat, banyak keraguan, cita-cita dan hitungan logis seringkali bertabrakan. Hidup bukan hanya tentang apa saja yang telah dilakukan tapi bagaimana kita mencapai yang belum dilakukan. Bagaimana dengan tahapan selanjutnya? Bagaimana bisa menjadi lebih baik lagi? Banyak yang saya belum tau, dan banyak hal yang belum terjelaskan dan itu hanya menjadi pertanyaan yang akan muncul terus di tahapan apapun. Menjadi diri sendiri, tetap berbuat baik, tidak putus asa dan tetap belajar adalah jawaban diplomati yang saya punya saat ini. Ya Tetap semangatlah ndi. Fight! Semper Fi!

eh tapi siapa tau ada yang belum tau lagunya semalam di Cianjur. Ahaha :