Jumat, 06 Mei 2016

5 Hal yang Kurang dari AADC 2

Adalah Cinta yang mengubah jalannya waktu
Karena Cinta waktu tebagi dua
Denganmu dan rindu untuk membalik masa. 
AADC 2014 - Mini Drama

Hai? Halo? Apa kabar semua? Sudah lama rasanya saya tidak mereview film Indonesia. Mungkin ratusan purnama blog ini terbengkalai. Mungkin selama Cinta dan Rangga tak bertemu, atau mungkin sejauh antara Jakarta dan New York. Mungkin agak lebay tapi yuk kita review apa yang kurang dari film AADC 2 versi saya. Eh Ndi Udah basi tau ngomongin AADC 2, sudah 1 juta penonton. >.<



Lengkap Namun Terasa Kurang Tanpa Alya 

Cinta, Karmen, Maura dan Milly harus melanjutkan film sekuel ini tanpa Alya. Padahal saya mengira Alya akan menjadi tokoh penting dalam film ini. Mungkin saya berekspektasi pada  AADC 2014 - Mini Drama dimana Alya menjadi tokoh penting dalam pengambilan keputusan Cinta untuk kembali bertemu dengan Rangga. 

Ditiadakannya Alya di film ini, membuat tokoh Karmen pada film AADC yang asalnya terkesan tomboy menjadi sangat dewasa. Namun Karmen yang begitu dewasa ini dibawakan dengan baik oleh Adinia Winasti. Namun saya mungkin salah satu penonton yang kehilangan Alya, dengan cara mengambil-keputusan seperti itu, Saya kira Ladya Cheryl yang katanya sedang kuliah di New York dia akan menjadi penghubung ketika rangga di New York, atau setidaknya menjadi cameo tapi ya sudahlah mungkin ini jalan terbaik dari tim Ada Apa dengan Cinta 2. 



Puitis Namun Kurang Romantis

Dalam memori saya film AADC itu harusnya sepuitis Rangga. Rangga yang menghipnotis dengan segala kata-kata romantis yang indah dari setiap puisinya. Mungkin salah satu bagian puisi karya Rako Prijanto yang saya kenang dari film AADC yang pertama adalah bait puisi ini. 

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh

Pada film AADC yang kedua ini, Miles bekerjasama dengan salah satu pembuat puisi yang terkenal di dunia pertwiteran @hurufkecil alias Aan Mansyur, setiap puisi yang diucapkan oleh Rangga pada AADC 2 adalah kata-kata Aan Mansyur. Namun setiap kata yang keluar dari puisi rangga, sekarang kurang begitu mengena, seakan kurang ikonik. Namun saya cukup ingat salah satu bait yang muncul di trailer AADC 2

Resah di dadaku
Dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini
Dipisah kata-kata, begitu pula rindu
Lihat tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi

Saya memikirkan kenapa puisi yang bagus ini hanya mengena ketika menjadi objek bahan iklan, apakah karena saya sering mendengarkannya? ataukah Rangga kurang dalam membawakannya ataukah penempatan ceritanya yang kurang sehingga puisi sebagus ini hanya terasa seperti tempelan belaka..

 

Produk Iklannya Banyak Namun Kurang Pro 

Semenjak AADC 2014 Mini Drama, menjadi pembicaraan di dunia maya dan nyata, Saya sudah mengira film ini akan menjadi magnet tersendiri untuk tempat menyimpan iklan. Tapi untuk saya rasanya seperti kurang profesional sekali penempatannya. Saya mengira-ngira, mungkin maksudnya agar terlihat natural. Tapi penempatan produk yang lumayan banyak pada ragkaian cerita adalah PR tersendiri, kalau saya sebut ada produk air mineral, aplikasi chat messenger, mobil, kosmetik, handphone dan salah satu radio jaringan nasional.

Salah satu adegan yang sedikit menganggu adalah ketika Milly menyebutan kurang fokus akibat terlalu bingung, saya kira akan keluar produk air mineral namun hanya ditawarkan minum oleh Maura. Apakah ini sengaja? Biar saya merassa ada yang kurang. Adegan selanjutnya adaalah ketika Rangga memberikan minum setelah adegan ... (ntar spoiler lagi? :p) penempatannya kurang pas dan kenapa yang dikasih 200 ml? kenapa bukan yang 600 ml? dan yang lebih aneh buat saya aplikasi chat messenger yang tetiba muncul di akhir-akhir setelah Cinta dan Rangga bertemu? kenapa ga dari awal? ketika Rangga dan Karmen chatingan juga langsung pakai aplikasi itu. Jadi ini salah gw? Salah temen-temen gw. Si Andi Mulai Nyolot. >.<


Bagus namun Kurang Memorable

Ketika film ini berakhir, saya mereka setiap adegan mana yang saya ingat. Ternyata yang saya ingat adegan ketika Cinta menyetir mobil yang (saya kira) mengejar Rangga. Tapi ketika saya pikirkan lebih dalam yang saya cari ternyata bukan bagus atau tidak bagus. Namun setelah 14 tahun, layakkah film ini ditunggu? Promosi yang luar biasa, Akting yang diatas rata-rata dari para aktor dan aktrisnya, Produser, penulis cerita dan sutradara yang juga sudah biasa menjadikan film mereka box office. Namun menjadikan film ini hanya luar biasa dalam pemutarannya namun sulit untuk dikenang, esok paginya saya menemukan sebuah artikel dari rollingstone.co.id dan saya menemukan satu paragraf yang menjawab semua gundah di hati saya.

Memang benar Ada Apa Dengan Cinta? dan sekuelnya seharusnya tidak dipandang terlalu serius. Ini film populer yang tujuannya memang untuk menyenangkan penonton. Hanya saja ketika skenario ditulis dengan tergesa-gesa dan logika dipilih untuk diabaikan, ide bagus macam apa pun tidak akan membekas. Sutradara sekaliber Riri Riza dan penulis skenario Mira Lesmana dan Prima Rusdi tak berhasil meletakkan dasar realita bagi kisah Ada Apa Dengan Cinta 2. (Ivan Makhsara



Judulnya yang Kurang Pas

Satu lagi yang kurang dari film ini, adalah judulnya. Apakah cocok memberikan judul Ada Apa Dengan Cinta 2, Saya jadi mengingat-ngingat film-film Riri Riza yang saya suka seperti : :

Petualangan Cinta
Cerita tentang Cinta dan Rangga yang kabur dari penculikan sehari semalam. *alah*
Satu Hari untuk Selamanya 
Syuting perjalanan ke Jogjakarta, yang main disini Rangga dan Karmen juga. *alah*
Rangga 
ngebayangin Rangganya meninggal pas naik gunung. >.<

Coba tebak itu judul film aslinya apa?

dan mungkin judul yang cocok adalah Sehari Bersama Rangga atau Ada Apa dengan Riri Riza?

Tapi mungkin ini semua kesalahan saya, saya yang berekspektasi berlebihan sebelum menonton film ini atau juga saya membayangkan akan menangis senangisnya seperti saat saya menonton sang Pemimpi yang juga disutradai oleh Riri Riza. Tapi ini buat saya adalah film yang pantas diapresiasi seperti film Indonesia lainnya. Yuk kita tonton film Indonesia.

Sehabis nonton ini saya pengen ke Jogjakarta jadinya. :))

Nunggu adegan

Jadi Beda Satu Purnama di New York dan di Jakarta

Detik tidak pernah melangkah mundur
Tapi kertas putih itu selalu ada
Waktu tidak pernah berjalan mundur
dan hari tidak pernah terulang
tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru

untuk semua pertanyaan yang belum sempat terjawab
Love, Live, ...
AADC 2014 - Mini Drama 



Referensi : 

  1. http://showbiz.liputan6.com/read/2361901/bocoran-syuting-aadc-2-geng-cinta-tanpa-alya-setelah-14-tahun?p=2
  2. https://www.selasar.com/gaya-hidup/5-hal-ini-buktikan-animo-masyarakat-atas-penayangan-film-aadc-2
  3. https://www.selasar.com/gaya-hidup/puisi-aan-mansyur-di-aadc-2-dan-5-fakta-menariknya
  4. http://www.duniapuisi.com/2014/11/kumpulan-puisi-ada-apa-dengan-
  5. http://www.bintang.com/celeb/read/2304777/masih-ingat-puisi-rangga-dan-cinta-di-film-ada-apa-dengan-cinta
  6. http://entertainment.kompas.com/read/2015/09/04/121448410/Tak.Dapat.Izin.Ladya.Cheryl.Tidak.Main.dalam.AADC.2.
  7. http://www.antaranews.com/berita/557244/mira-lesmana-puji-keputusan-ladya-cheryl
  8. http://rollingstone.co.id/article/read/2016/04/28/140507456/1109/movie-review-ada-apa-dengan-cinta-2#
  9. http://www.kapanlagi.com/showbiz/film/indonesia/riri-riza-aadc-2-adalah-juga-penanda-generasi-kreatif-hari-ini-063d60.html